RSS

Malam Lailatul Qadar

01 Des

Malam Lailatul Qadar

inna anzalnaahu fii lailatil qadr (1), wa maa adraaka maa lailatul qadr (2), lailatul qadri khairun  min alfi syahr (3), tanazzalul malaaikatu wa al ruuhu fiihaa biidzni rabbihim min kulli amr (4), salaamun hiya hatta mathla’il fajr (5)

QS. Al-Qadar (97); 1 – 5

Sejarah:
{{ bukhari }}
Sebab diturunkan ayat lailatul qadar (QS Al-Qadar), sebagaimana diceritakan dari Ibnu Abbas ra;
Malaikat jibrib menceritakan kepada nabi saw. tentang seorang hamba yang bernama Syam’um al-Ghazi, ia berperang dengan orang-orang kafir selama seribu bulan, adapun senjata yang ia gunakan adalah tulang geraham onta dan itu adalah satu-satunya senjata perang yang ia miliki. Setiap ia berperang dengan orang karif menggunakan senjata ini, tak terhitung jumlah orang kafir yang mati. Jika ia merasa haus, maka dengan sendirinya diantara gigi-ginya keluar air tawar untuk ia minum, dan jika ia lapar, maka keluarlah daging untuk ia makan. Hal ini berlangsung setiap hari selama seribu bulan, yaitu 83 tahun 4 bulan. Orang-orang kafir pun tak mampu menghindar darinya. Mereka pun berkata kepada istri Syam’un yang juga orang kafir; “kami akan memberimu banyak uang jika kamu mampu membunuh suamimu”. Iapun menjawab; “aku tak mampu melakukannya sendiri”. Mereka berkata; “kami akan memberimu tali yang kuat, ikatlah kedua tangan dan kakinya ketia ia tidur, dan kita akan membunuhnya”. Lalu istri Syam’un pun mengiikatnya ketika ia tidur, dan ketika bangun, Syam’un bertanya; “siapa yang mengikatku?”, jawab istrinya; “aku yang mengikatmu untuk mengujimu”. Syam’un pun menarik tangannya dan lepaslah tali tersebut. Kemudian datanglah orang-orang kafir tadi dan memberi nya (istri Syam’un) rantai dan istrinya pun mengikatnya dengan rantai tersebut, ketia Syam’un bangun; “siapa yang mengikatku?” “aku yang mengikatmu untuk mengujimu” jawab istrinya, Syam’un menarik tangannya dan putuslah rantai tersebut, lalu berkata pada istrinya; “wahai istriku, aku ini kekasih Allah, tidak ada sesuatupun urusan dunia yang dapat mengalahkan kecuali rambutku ini”, ia memiliki rambut yang panjang. Mendengar hal tersebut, istri Syam’un pun memotong rambutnya ketika ia tidur, 8 helai rambutnya pun jatuh ke tanah, lalu ia gunakan 4 helai rambut untuk mengikat tangannya dan 4 helai lainnya untuk mengikat kakinya. Bangunlah Syam’un dan berkata; “siapa yang mengikatku?” “aku yang mengikatmu untuk mengujimu”, ia pun menarik tangannya dengan kuat namun ia tak mampu melepasnya. Istrinya menceritakan hal ini kepada orang-orang kafir dan datanglah mereka lalu membawa Syam’un ke rumah tempat penjagalan milik orang-orang kafir, mereka mengikatnya pada tiang yang terdapat dalam rumah tersebut lalu mereka memotong kedua telinga Syam’un, kedua mata, bibir, lisan, kedua tangan dan kedua kakinya, dan semua orang-orang kafir erkumpul ditempat tersebut. Lalu Allah berfirman kepadanya; “apa yang kau inginkan atas apa yang telah mereka lakukan kepadamu?”, iapun menjawab; “aku ingin Engkau memberiku kekuatan hingga aku mampu bergerak dan merobohkan rumah ini hingga merobohi mereka semua”, lalu Alah memberinya kekuatan dan robohlah atap rumah tersebut dan binasalah mereka semua termasuk istri Syam’un juga didalamnya, dan Allah memberikan keberhasilan kepada Syam’un dan mengembalikan kembali seluruh anggota tubuhnya hingga kembali utuh. Maka setelah itulah Syam’un beribadah selama seribu bulan disertai dengan shalat malam dan puasa pada siang harinya dan berperang dijalan Allah.
Mendengar cerita ini para sahabatpun menangis karena kerinduan mereka dengan sosok Syam’un, mereka bertanya; “ya Rasulullah, apakah engkau tahu berapa banyak pahalanya?” “akupun tidak tahu”, jawab Rasulullah. Lalu Allah mengutus malaikat jibril untuk menurunkan surat ini (QS. Al-Qadar), dan berfirman; “Wahai Muhammad, Aku memberimu dan ummatmu lailatul qadar, yang mana beribadah didalamnya adalah lebih utama daripada tujuh puluh ribu bulan”.
Sebagian berkata, firman Allah; “Wahai Muhammad, dua rakaat pada malam lailatul qadar adalah lebih utama bagimu dan ummatmu dibandingkan dengan berperang dengan pedang selama seribu bulan pada zaman bani israil”
{{ sananiyah }}
Dan dikatakan pula sebab turunnya ayat ini, yaitu ketika menjelang wafatnya Nabi saw. dan perpisahan beliau dengan ummatnya, Rasulullah menangis dan bersedih, beliau bersabda: “Saat aku pergi dari dunia ini nanti, siapa yang akan menyampaikan salam Allah atas ummatku?” Rasulullah bersedih hati, lalu Allah menghibur rasul dengan firman-Nya “tanazzalul malaa’ikatu wa al ruuh”  hingga sampailah salam-Ku kepada mereka, maka janganlah kau bersedih, wahai kekasih-Ku.

***

Nasehat:
Imam Ar-Razi berkata: “Ketika terbit fajar pada malam lailatul qadar, malaikat Jibril as. Memanggil para malaikat: hai para malaikat, bergegaslah!, mereka berkata: Wahai Jibril, apa gerangan yang dilakukan Allah terhadap kaum muslim, ummat Muhammad saw. pada malam lailatul qadar in? Jibril menjawab: Sesungguhnya Allah swt. Merahmati dan mengampuni mereka, kecuali empat golongan:
(1) peminum arak,
(2) pendurhaka kepada kedua orang tua,
(3) pemutus persaudaraan, dan
(4) orang-orang yang mendiamkan saudaranya melebihi tiga hari”.
Inti nasehat:
Dari Ibnu Abbas, nabi bersabda: “Barangsiapa yang mengerjakan shalat 2 rakaat pada malam lailatul qadar dan disetiap rakaatnya ia membaca surat al-fatihah satu kali dan surat al-ikhlas tujuh kali, kemudian ketika salam membaca istighfar “Astaghfirullah wa atuubu ilaih” dan tidak merdiri dari tempatnya hingga Allah mengampuni dosanya dan kedua orangtuanya, maka Allah akan mengutus para malaikat menanam untuknya pepohonan disurga dan membangunkan istana yang terdapat sungai didalamnya, dan ia tidak akan mati sehingga ia melihat semua itu.”
{{ Tafsir hanafi }}
Nabi saw. Bersabda: “Sesungguhnya pada setiap malam lailatul qadar Allah menurunkan Rahmat-Nya untuk seluruh ummat islam dari ujung timur hingga ujung barat, dan pada rahmat tersebut terdapat sisa. Lalu malaikat jibril berkata: “Ya Allah, aku sudah menyampaikan Rahmat-Mu kepada seluruh ummat Islam”. Allah menjawab: “Berikanlah Rahmat tersebut kepada seluruh bayi yang lahir pada malam ini”. Lalu Jibril bergegas membagikannya kepada seluruh bayi orang-orang Islam dan beberapa bayi orang-orang kafir. Rahmat inilah yang akan membawa mereka kelak masuk surga, mereka akan mati dalam keadaan beriman.”
Nabi Musa as. Dalam do’anya berkata:
Musa as; “Ya Allah, aku ingin dekat dengan-Mu”
Allah swt; “Aku dekat dengan orang-orang yang bangun pada malam lailatul qadar”
Musa as; “Ya Allah, aku ingin Rahmat-Mu”
Allah swt; “Rahmat-Ku untuk orang-orang yang pada malam lailatul qadar berbelas kasihan kepada orang-orang yang miskin”
Musa as; “Ya Allah, aku ingin dapat melewati Shiratal mustaqim secepat kilat”
Allah swt; “Yang demikian adalah untuk orang-orang yang bersedekah pada malam lailatul qadar”
Musa as; “Ya Allah, aku ingin duduk dibawah teduhnya pepohonan surga dan memakan buah-buahnya”
Allah swt; “Yang demikian itu adalah untuk orang-orang yang senantiasa bertasbih pada malam lailatul qadar”
Musa as; “Ya Allah, aku ingin selamat dari api neraka”
Allah swt; “Yang demikian itu adalah untuk orang-orang yang senantiasa beristighfar memohon ampun kepada Allah pada malam lailatul qadar hingga datangnya subuh”
Musa as; “Ya Allah, aku ingin Ridha-Mu”
Jawab Allah swt; “Yang demikian itu adalah untuk orang-orang yang mengerjakan sholat dua rakaat pada malam lailatul qadar”

***

Dikutip dari:
Durratun Naashihiin fi al wa’dhi wa al irsyaad, hlm. 270-272 dalam pengajian rutin ba’da subuh PPPTQ. Al-Hikmah Tugurejo Tugu Semarang pada hari kamis, 29 November 2013 dan Sabtu, 30 november 2013

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 1, 2013 in catatan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: